My Saturday Is Gone. Yours Should Be Too. Here's Why.

    Hujan dari pagi, nggak bisa keluar, ngk jadi beli baju lebaran. Akhirnya duduk, buka laptop, dan mulai explore hal-hal baru yang udah lama ada di list. Ini ceritanya.

    Tob

    Tob

    Backend Developer

    5 min readAI Engineering
    My Saturday Is Gone. Yours Should Be Too. Here's Why.

    Let's cut the crap.

    Sabtu pagi, hujan gede. Rencana keluar batal. Akhirnya duduk di depan laptop dari jam 9 pagi dan nggak kemana-mana sampai sore.

    Daripada scroll-scroll nggak jelas, saya putuskan buat explore hal-hal soal AI yang udah lama ada di list tapi belum sempat disentuh. Dan jujur, itu salah satu Sabtu paling produktif yang pernah saya punya.

    The Real Talk

    Saya udah pakai AI buat bantu coding sejak lama, tapi kebanyakan cuma buat hal yang basic. Sabtu itu saya mulai masuk lebih dalam, dan ternyata banyak yang saya lewatkan.

    Beberapa topik yang saya pelajari:

    Multiple Agent — Bukan cuma satu AI yang kerja, tapi beberapa agent yang saling ngobrol dan saling trigger satu sama lain. Satu agent riset, satu agent nulis, satu agent review. Hasilnya jauh lebih rapi dibanding ngandalin satu prompt panjang.

    Claude Code — Ini yang paling bikin saya surprised. Claude Code bisa baca seluruh codebase, nulis test, fix bug, dan jelasin kenapa dia nulis kode tertentu. Bukan sekedar autocomplete, beda level.

    Agent Skills — Cara ngasih "kemampuan" spesifik ke agent supaya dia tahu konteks tugasnya. Mirip kayak nulis job desc yang jelas, hasilnya beda banget kalau dilakukan dengan benar.

    Agent Design Pattern — Ternyata ada pola-pola standar dalam membangun sistem multi-agent. Mirip design pattern di software engineering, tapi buat AI workflow.

    The Stack That Matters

    Dari semua yang saya coba, ini yang masuk ke stack saya sekarang:

    Claude Code buat pair programming sehari-hari. Dia ngerti context, bukan cuma jawab pertanyaan.

    OpenClaw buat orchestrasi. Di sini saya spawn beberapa agent dan define tugasnya masing-masing. Surprisingly cepat buat di-setup.

    Salah satu yang langsung saya coba: set cron job buat monitoring pull request di blog ini. Jadi setiap ada PR baru masuk, agent langsung kirim notifikasi ke WhatsApp, lengkap dengan ID PR, title, dan link ke GitHub-nya. Saya tinggal balas "merge it" dan PR langsung di-merge otomatis. Itu yang ada di screenshot di atas, PR #2 di repo lusa-the-digital-anchor kena monitor sama agent, dan saya approve cuma dari chat.

    MCP (Model Context Protocol) buat nyambungin agent ke tools yang udah ada. Ini yang bikin automation beneran terasa powerful.

    The Skill That Changes Everything

    Satu hal yang saya sadar dari semua eksperimen hari itu: AI bisa jadi sangat membantu justru di hal-hal yang kita sering skip.

    Unit test? Sering nggak nulis karena malas. Agent bisa. Security check? Jarang ingat update dependency. Agent bisa. Dummy data buat testing? Minta generate, selesai dalam 10 detik. Testing API pakai curl? Bisa diautomasikan dan dijadiin bagian dari workflow.

    AI bukan buat nyuruh kita malas. Justru dia bisa nutup gap di hal-hal yang harusnya kita lakukan tapi sering kelewat karena sibuk atau males.

    The Takeaway

    Sabtu kemarin hujan seharian. Tapi saya malah seneng karena jadi punya alasan buat duduk fokus belajar hal-hal yang udah lama mau dipelajari.

    Kalau weekend kamu juga hujan, mungkin itu tanda yang bagus buat mulai explore ini.

    Sources:

    Related Blog

    My Saturday Is Gone. Yours Should Be Too. Here's Why. | Tob